‘Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu…’
Dalam sebuah perjalanan sangat menyenangkan dengan bersenandung.
Malam yang cerah, saat kami meluncur dari rumah bapak dan ibu.
Aku melihat sebuah pabrik tekstil yang masih penuh dengan kendaraan.
“ Mas, hari libur gini pabrik masih masuk ya? Jam segini kok masih penuh”
“ Kamu itu dik, kalau pabrik gini kan shift shiftan ini mah masih pagi buat mereka, paling ntar pulangnya jam 10.”
“oohhh…kasian ya”
“ Ya begitu sistem kerja mereka…”
Aku yang tidak biasa kerja lembur dan pulang larut sangat berat untuk membayangkannya, padahal mungkin itu biasa apalagi di kota besar dan di perusahaan yang besar.
“ Kok mas tau?”
“ Lha dulu kalau jemput mbak Tut”
“ oooohhh…kalau mas pulang kantor terus jemput mbak Tut?”
“ Sebenarnya perusahaan menyiapkan transportasi untuk antar jemput tapi dulu ada suatu hal jadi mas yang jemput, kan jemputnya jam 10 malam”
“haaa?? Oouuwwww…” aku terdiam
“ Kok diem? Kenapa dik?”
“ Ah…gak papa”
Mbak Tut adalah perempuan yang sempat menempati hati Mas, tiga tahun bukan saat yang singkat. Mereka saling mencintai, namun jurang dalam tentang keyakinan yang membuat pertentangan dengan orang tua yang membuatnya berakhir.
Mas sering menceritakan masa-masa yang dilewati bersama mbak Tut.
Cemburu? Gak. Sama sekali.
Memang ada yang berdesir saat mas menceritakan masa lalunya, Tapi desiran itu, bukan rasa cemburu tapi rasa syukur yang aku panjatkan dari lubuk hatiku yang dalam. Mas seorang yang penuh kasih dan kelembutan juga sifat yang melindungi terhadap perempuan yang ia cintai. Aku memang bukan pertama yang singgah dihati mas, tapi apalah arti kata pertama kalau hanya menikmati sesaat. Aku tidak sekedar singgah, hati mas sekarang utuh jadi milikku. Hanya aku yang berkuasa dihati mas, merasakan setiap kasih sayangnya, kelembutannya, ayomannya dan kehangatannya.
‘ Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki…
“ Ayuk dik lanjut lagi nyanyinya…. Kok malah diem?”
Aku denger mas melanjutkan laguku, Hehehe…aku semakin kenceng dech meluk mas sambil kenceng juga nyanyinya
Sifatmu nan s’lalu
Redakan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu
Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki
Akhirnya kami melantunkannya berdua.Hmm…malam yang indah. Bagiku Mas adalah anugerah terindah. Waktu aku kecil sering aku membayangkan bahwa aku tidak akan mendapatkan pendamping hidup. Dengan keadaanku, latar belakangku dan kehidupanku…
Tapi ternyata aku salah, Tuhan menganugerahkan Seseorang yang benar-benar menjadi impianku selama ini.
Sayang… aku hanya mempunyai cahaya yang kecil, bukan kemilau yang beraneka warna, tapi bisa aku pastikan cahayaku setia meski sederhana.
Elemen dan sumbu yang menopang cahayaku menyatu dan memberi terang, hadir saat kesunyian dan kegelapan yang menyerang kamu.
Cahaya ini hidup untuk sebuah keberartian bukan sekedar keberadaan, menyala sebagai lilin sampai sumbu dan lelehan yang terakhir.
Sebuah cinta yang sederhana memang, tapi aku yakin kamu selalu membuatnya istimewa dan kuat karena kamu Anugerah Terindah yang Telah Aku Miliki…


So sweet…. Betap menyenangkannya…. MOga langgeng…
@bujang : Amin…terima kasih doanya ya mas…
ikutan nyanyi juga ah..
saat kau disisiku
kembali dunia ceria
tegaskan bahwa kamu
anugerah terindah yang pernah kumiliki
suara gw merdu kan Ya?? hihihi..
as you know.. lu juga termasuk salah satu anguerah Tuhan buat hidup gw.. there’s friend are for, right?
salam buat si mas ya..
ihh..bikin ngiri deh hehehe..
>> yuhuu…buat tim paduan suara yuk…Mas tenor kamu alto aku suara setannya huihihihuiiiihuiii hahahaha….
Ahhh…sist ntar tak ngukur kepala dulu yah hehehe…
Kamu juga ko’ kamu sering mempengaruhi hidupku dengan cerita2 kamu dan jawaban2 kamu
iyah nanti disampaikan kepada yang berwenang menerimanya
Hwehehehe kuangennya sama Yaya dah lama gak jalan-jalan nih Ya….
Hihihi…Yaya cembokur ya… wikikik…
Bagian-bagian terakhir waduhhh jangan bikin ngiri dunk Ya…. duhhh hepinya…… Yaya memang pantes jadi anugerah terindah buat siapa aja.. termasuk bagi diriku… muachhh….. hug Yaya tapi lum mandi jadi acem baunya heheh
>> hahaha…hu’uh nich mbak Is kalau mau maen mandi dulu dung biar gak menebar aroma orange hahaha…padahal sama nich yaya aroma lemon gak beda jauh kan…jadi asem-aseman dunk kita
kunjungan perdana salam kenal bror, wah ceritanya bagus bro, ada cerita lagi ndak?
>> salam kenal dan selamat datang…
yang lain? klik aja kategorinya
Semoga awet dan sukses.
salam hangat.
>> Amin… Terima kasih atas doanya Pak
tetpai bagi blue u juga anugrah yang terindah yang pernah blue kenal
makasih dah berkunjung di kezedot
salam hangat selalu
>>
terima kasih mas blue…. untung kepala Yaya tetep ukurannya 
sama-sama mas blue… salam hangat kembali…
masa lalu adalah bagian yg membentuk diri kita yang sekarang, nggak bisa dihapus….tapi kita hidup dimasa sekarang…so…bersyukur pada Tuhan atas anugrah yang sudah diberikan
>> Betul mbak In, mbak In menemukan inti dari tulisan Yaya
Yaya bikin ngiriiiii… Tapi aku seneng deh bacanya.. Mudah2an aku bisa segera nyusul! Amiin…
>> Aduh..duh mbakkuh…bukannya bikin ngiri lho…Amin…amin…pasti akan segera menyusul
cuit cuit.. mesra amat.. semoga kalau lagi berantem masa2 indah begini diinget ya
>> hehehe… itu yang selalu kami bicarakan mbak. Ntar kalau salah satu diantara kami ada yang marah ingat masa-masa indah kami, nantinya kan jadi gak marah hehehe
co cwittttttttttttt
*ngeces*
hhahhahaa
>> *Ngasi tissu ke mas dep* hehehe
Dulu saya sering memainkan lagu ini sewaktu kuliah di malang…
>> Yuk kita mainkan lagi mas
yang lalu adalah cerita lalu dan sekarang adalah cerita sekarang….semoga awet dan bisa menjaga kepercayaan satu sama lain
>> Betul om, yang lalu hanya untuk dikenang dan diambil baiknya saja
amin terima kasih doanya ya Om
siang
blue datang nich
salam hangat
>> silakan masuk mas blueee…
Heuheu..bener-bener muantapz…Siapa sih yang membuat kamu begitu terkagum-kagum…
*hmm..hmmm…*
>> hehehe…masak gak tau kang
Jangan sekedar menjadi lilin, yang bersedia memberikan setitik cahayanya untuk menerangi kegelapan dengan cara membakar dirinya perlahan hingga habis…
Tapi jadilah matahari… paling tidak untuk diri yaya… untuk kekasih hati yaya… untuk keluarga yaya
>> cahaya itu seperti cinta mas Rizal, Yaya tidak mampu memberikan cahaya lagi kalau waktu Yaya untuk bercahaya sudah habis. Lilin disini bukan soal berkorban, tapi usia yang akan berkurang seiring berjalannya waktu…
Ciele
Semoga awet aja lah!
>> terima kasih
alhamdulilah, aQ berharap yg sama untuk diriQ…amin..hehhee
lama rasanya tak mampir ke sini, jd kangen…hehe
-sarah tidak sendiri-
>> heeeiiiii…helou..iya nich lama tak tampak, kemana aja??
semoga awet ya kunjunga perdana nich salam kenal
>> Amin…terima kasih. Selamat datang dan salam kenal
setujuu, sekarang ini kitalah yang memiliki hati pasangan kita yah. tetap langgeng yaa.
duuuh, banyak amir postingannya, ntar ah baca dulu satu persatu
>> Amin…bener mbak. Gak jadi yang pertama gak papa, tapi kita jadi yang terakhir dan pemenang hahaha…
anugerah terindah itu hampir kumiliki
tapi kini dia pergi
walaupun anugerah terindah itu tak sempat jd milikku
tp aku bahagia pernah menjadi yg terindah dlm hidupnya
semoga aya tetap bahagia dengan anugerah terindah itu
>> Amin terima kasih mbak Linda…
Semoga mbak Linda juga menemukan kebahagiaan dalam Anugrah yang akan Mbak Linda dapatkan nanti
aku juga pengen dapat anugrah tapi blum datang juga
..
>> Mungkin memang belum saatnya mas…
terima kasih kunjungannya ya…
malam minggu ini blue harap u tak bersedih ya karena blue tak datang mengajak jalan jalan heheheh………………
salam hangat dalam dua musimnya blue
met berakhir pekan sahabat
>> tetep senyum ko’ mas blue…
Komentar apa ya….he..he..
Jadi bingung….kapan ya..kira2 aq dapat anugrah terindah….
Kenapa selama ini selalu gagal dan kegagalan lagi ya aq dapatkan….halah…kok malah jd curhat….cukuuuuuup….tidaaaaak….aq tak ingin terus begini..:)
salam kenal aja deh…..dan terimalah salam manis dari beta yg masih nyasar di ambon manise…
kunjungi blog beta jg ya…masih baru nih…jd hrp maklum klo isinya gak karuan..he..he…
>> hehehe…malah curcol, tapi gak papa ko’ memang belum waktunya kali mas, apalagi mas irawan masih muda *berasa udah tua, padahal belum, teteuuuppp*
met liburan dech sahabat
salam hangat selalu
>> terima kasih mas blue…
nice post… be grateful for what you have…
*baru blogwalking ke sini lagi… ^^V
>> terima kasih
iya ya lama kita tidak bersua…selamat datang kembali mas
lama gak kemari
>> selamat datang kembali Pak
datang lagi nich blue sahabat
pa cabar?
semangat ya
salam hangat dalam dua musimnya blue
>> tetap semangat ko mas blue…
malam sahabat…..
u akan selalu jadi sebuah anugrahdi persahabtannya blue
salam hangat dalam dimensinya blue
co cweeeeeettsss..