Suatu pagi ada seorang teman yang masuk ke YM, dia bilang dia sedang mengantuk berat. Pikirku dia tidak punya tugas yang harus ia selesaikan, ternyata jawabannya jauh diluar dugaanku. Semalaman dia tidak tidur, rumahnya sedang kacau. Ternyata rumah tangga orang tuanya sedang digoncang badai, selalu ada pertengkaran setiap hari. Kondisi kesehatan Ayahnya dan keadaan ekonomi penyebabnya.
Saat dia bercerita tentang masalahnya, aku seperti tertampar. Dia anak yang lebih muda dariku, tapi masalahnya jauh lebih pelik dari apa yang selalu aku hadapi. Setiap bertemu muka dengannya, dia selalu tampak baik dan kuat tak terlihat masalah berat dihidupnya. Aku jadi malu, sering aku mengeluh pada Tuhan dengan apa yang aku hadapi, padahal masih banyak orang yang jauh lebih berat dan aku lebih beruntung dari mereka.
Sebuah kalimat yang menjadi perhatianku, mempengaruhi pikiranku sampai saat ini. Dia berkata bahwa Ayahnya sempat mengucap menyesal menikah dengan Ibunya. Ya Tuhan aku tahu itu sangat menyakitkan… Aku yang mendengar saja sangat sedih apalagi Ibu dari temanku yang menjadi objek dari kalimat ini, pasti beliau sangat amat sedih sekali.
Aku memang belum berpengalaman dalam masalah rumah tangga. Umur rumah tanggaku saja belum seumur jagung. Bertemu Mas juga hanya seminggu sekali. Dan mungkin kami masih dalam masa indah-indahnya (Doa saya sich selalu saja dalam masa indah
)
Menurutku, keadaan orang tua teman saya adalah satu titik jenuh yang mereka alami dalam rumah tangga mereka.
Menurut Johanis Undap, seorang kepala bagian konseling yang fokus pada masalah keluarga, setiap suami-istri akan sampai pada stagnasi, yaitu titik jenuh dalam membangun hubungan.
Cinta yang biasanya timbul secara otomatis, kini menjadi hal yang harus dipertahankan dengan baik. Timbulnya banyak persoalan keluarga, masalah pekerjaan, kesehatan, ekonomi, dan masalah-masalah lain mampu memicu lunturnya cinta kasih bagi pasangan suami istri.
Titik jenuh ini menurutku bukan hal yang sepele. Kita tidak bisa membiarkannya kalau tidak ingin rumah tangga kita hancur. Semakin lama kita membiarkan keadaan ini terjadi, maka perkawinan kita terasa semakin berat, membosankan, dan rentan perpecahan.
Tidak ada cara lain kecuali segera mengatasinya, bagaimana caranya?
Bukannya sok tau atau sok pintar tapi semoga saja ini membantu
:
1. Kobarkan kembali cinta kita yang mulai dingin
Cinta yang sudah menjadi dingin perlu kita kobarkan lagi. Caranya kita bisa mencoba mengingat masa-masa pacaran dulu, saat-saat memperjuangkan untuk memiliki hatinya. Mengembalikan gejolak kasih yang luar biasa, yang mampu berkorban dan melakukan apa saja untuk menyenangkan hatinya.
2. Mengingat dan meyakini bahwa dia adalah yang terbaik.
Setiap kita memiliki kelemahan dan kekurangan, termasuk pasangan kita. So, kita harus memiliki kasih tanpa syarat untuk menerima kelemahan-kelemahan itu dan bersyukur untuk setiap kelebihan yang ada padanya.
3. Ijinkan Tuhan memimpin bahtera rumah tangga kita.
Tanpa mengijinkan Tuhan memimpin bahtera rumah tangga kita dan membiarkanNya mengambil alih kemudi dari tangan kita, bisa dipastikan cepat atau lambat bahtera kita akan goncang saat diterpa badai kehidupan.
Jangan pernah merasa diri kita cukup kuat dan hebat untuk mengemudikan bahtera rumah tangga kita.
Aaahhh….aku jadi inget mas yang ada dijauh sana.
Aku segera mengirim sms ke Mas yang aku pastikan sudah berangkat ke lapangan “ Mas, Adik sayang sama Mas sekarang dan sampai kapan pun….Jangan pernah ada kata menyesal keluar dari mulut mas ya, itu pasti akan nyakitin hati adik banget. Love you…”
Siangnya Mas membaca dan membalas smsku, “Mas juga sayang sama adik sekarang dan sampai kapan pun. Dan gak akan ada kata menyesal keluar dari mulut Mas tentang adik…love you too”
Hmm…aku percaya itu. Bukan karena kami sedang menikmati masa-masa indah dan baru-barunya. Tapi memang itu aku rasakan keluar dari hati tulusnya. Aku mengenal pribadi, komitmen dan janjinya.
Aku tidak mau hal yang sama dengan Ibu temanku menimpaku, untuk temanku ” Terima kasih ya sudah mau berbagi denganku, aku bisa mengambil pelajaran dan bisa melakukan apa yang menjadi kesimpulanku diatas untuk menapaki awal rumah tanggaku. Semoga permasalahan dalam rumah tangga orang tuamu cepat terselesaikan. Amin “
So, mari kita kobarkan kasih kita kembali, yakinkan bahwa dia yang terbaik dan berikan kemudi bahtera kita pada Tuhan. Semoga bahtera kita selamat sampai tujuan.


Ketika ayah saya sedang ’sedikit emosi’, ibu saya biasanya lebih memilih diam…
Begitu juga sebaliknya, begitu ibu yang emosi, ayah saya juga akan diam…
Nggak lama setelah emosinya reda… Biasanya kemesraannya balik lagi, candaannya balik, pokoknya suasananya kembali menyenangkan…
Ayah saya, sekalipun emosi… tapi beliau sangat menjaga kata – katanya, agar jangan sampai menyakiti hati ibu…
Ibu saya sih terkadang nggak terlalu pandai menjaga kata – katanya, tapi syukurnya… nggak ada kata – kata kasar yang menjadi referensi dalam kamus memori ibu saya… Dan biasanya ayah saya akan sabar, kemudian menunggu saat yang tepat untuk membela dirinya…
Begitulah keduanya menjaga biduk rumah tangga yang tahun ini akan berusia 20 tahun…
Untuk romantisme… wah jangan ditanyakan deh, ibu saya selalu membanggakan ayah saya, dimata ibu saya hanya ayah saya lah laki – laki terbaik. Jika ayah dinas keluar kota, nggak sehari pun lewat tanpa keduanya saling komunikasi
Bagi ayah saya, ibu juga adalah wanita terbaik. Dalam setiap kata – kata beliau, ibu saya adalah berkah yang diberikan Tuhan untuk beliau.
Soal kehidupan, dari masa – masa tersulit sekalipun, sudah dilewati bersama…
Persoalan hidup, keretakan, atau sedikit perselisihan nggak mungkin bisa dihilangkan dalam kehidupan rumah tangga…
Yang terpenting adalah bagaimana kita secara bijak untuk menyikapinya…
Ketika suami emosi, kita diam saja… jangan dilawan kata – katanya, begitu juga ketika istri emosi… suami juga diam… jangan dilawan kata – katanya…
Semoga kita dengan pasangan kita bisa terus berbahagia hingga akhir ya…
>> waaahhh…tepuk tangan salut untuk kedua orang tua mas Rizal, orang tua Yaya juga hampir sama seperti kedua orang tua mas Rizal, semoga kita bisa meneladani kehidupan rumah tangga beliau-beliau ya mas…
20 tahun??? loh…loh…lha berarti mas Rizal tuch masih imut dunk masih dibawah Yaya umurnya???? Masak sich???
tidak mdh mengembalikan api cinta yg nyaris redup
bahkan cendrung ke arah kehancuran
karena cinta juga tidak selamanya bisa utk dipertahankan
terkadang semakin kita merasa dekat dgn seseorang
dan berharap dia bisa dimiliki selamanya
semakin dekat juga jurang perbedaan itu muncul dan nyata
semoga cinta aya nyata dan abadi
>> Amin, terima kasih untuk doanya mbak linda
tapi semoga dengan adanya redupan itu kita masih berharap akan kembalinya berkobar api itu mbak. Tinggal pilihan kita sekarang membiarkan redupan itu padam atau berusaha mengobarkan redupan itu.Sulit dan berat memang, tapi semua butuh proses.
Aaahhh…Yaya jadi sok tau, tapi itu yang ada dipikiran Yaya saat ini
Ralaaat ralaaat ralaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttt
Aha ha ha ha….
Maaf, bukan 20 tahun…. tapi 29 Tahun usia pernikahan ortu gw….
Th. 1980, ha ha ha…
Kl cuma 20 tahun mah… Gw yang diproduksi th. 1981 dan adik gw yang diproduksi th. 1984… keduanya Illegal doong…
Aha ha haha….
>> Hahahahaha…
pantas saja pertama kukira bang rizal ini masih imut masih dibawah 20 thn ternyata salah toh..hehehehe
selamat malam
blue sapa dulu yah sambil membaca postinganmu yang hebat ini
salam hangat selalu
>> selamaat malam mas blue…
salam hangat juga untuk mas blue
papa dan mamaku tidak pernah terlihat bertengkar di depan anak2nya…semoga saja jika aku menikah nanti bisa seperti beliau berdua
… begitu juga aya yah
>> amin…semoga ya mbak In
wish all d best for u
smoga jadi pasangan yang diberkatiNya dan memberkati banyak orang
GBU
>> Amiiinnn…
makasi mas dep. GBU too
yg memang susah adalah mempertahankan yg sudah ada digenggaman..
yup.. biarkan campur tangan ALLAH memperindah stiap perjalanan qt..
krn ALLAH slalu berikan yg terbaik unk qt.
>> Betulll…. dalam rumah tangga Tuhanlah imam kita. TanpaNya kita siap-siap aja yang akan terjadi…
memang mencintai itu mudah tapi mempertahankannya itu yang jauh lebih sulit, namun semua kembali kepada diri kita masing2 karena kita harus ingat bahwa kita hanya hidup sekali dan posisikanlah makna dan arti cinta itu pada tempat yang tertinggi…… dan tetap bersyukur kepadaNya atas anugerah cinta yang diberikan kepada kita.
>> Setuju mas han, saat kita bersyukur atas cinta itu secara otomatis kita akan berusaha mempertahankannya apapun dan bagaimanapun…
selamat malam sobat
blue datang kembali
salam hangat selalu
>> selamat datang kembali mas blue..
Jangan gede2 ych apinya ntr angus lg heeee,…..
>> Waaahhh…kalau urusan ini mah malah harus gedhe mas apinya…biar angus tapi gak pahit ntar hasilnya…
dan blue akan selalu menyalakan bara api cinta untuk sesama ummat di dunia ini
selamat berhari minggu
salam hangat dalam dua musimnya blue
>> mas blue link nya salah ya??? yang bener mana dunk??
Pertengkaran dalam rumah tangga kan lumrah di alami, tp memang harus bijak dlm menyikapinya… *sotoy mode on*
salam, ^_^
>> Nach itu dia….bijak dalam menyingkapi itu salah satu kuncinya…
setiap permasalahan akan mudah diselesaikan kalau tenang dan bijak, harus tapi terkadang sulit. Makanya kita harus berusaha ^_^V
Cinta…. hmh… susah saya untuk mengomentarinya….
saya seorang Panglatu yang rindu akan Cinta… tetapi kadang bila di Cintai… menjadi Gamang juga…. he.. he.. he…
>> Loh ko’ gamang…
amin..
Yaya akan turut berdoa dech…semoga cinta yang terpisah beribu-ribu atau berjuta-juta kilometer??? bisa bersatu
semangat yu semangat sahabat blue ini…
salam hangat selalu
>> yuuuukkk mariii…
bagus neh, blom bisa gw aplikasiin seh. Tapi mungkin suatu saat nanti gw bakal teringat dengan artikel ini
>> Ambil notes, ambil pulpen tulis dech hehehe…
semoga kelak gw bisa mengahadapi segala permasalahan dalam rumah tangga gw dgn bijak.. amin..
jadi pengen sms juga nih.. tp sms siapa yaa?? hehehehe..
>> Aminn…
sms gih…yang nonya ada di hpmu dgn nama depan A*** hahaha… nyamar lagiiiii ah…
keutuhan rumah tangga memang harus diperjuangkan oleh kedua pihak. ngga bisa kalau cuma dari satu pihak, ngga akan kuat nanggung bebannya. semoga orang tua teman yaya bisa mengatasinya dengan baik
>> Amin… itu yang jadi harapan terbesar mbak…
kalau orang tua ribut kasian anak-anaknya… bisa streesss dech temen saya
keren mbak…,, cukup menginspirasi saya lagh,,
bahasanya tinggi,, saya suka gaya bicara eang seperti itu,,
semangad,, BAKAR API CINTAMU…,,
salam kenal ea mbak..,,
>> Yuuuukkk…semangat bakar api cinta kita…
tapi sambil bakar jagung lebih semangat lagi neh kayaknaaaa
ahhhh semoga kata2 itu gak akan pernah keluar dari mulut si Om …….
>> Kayaknya gak bakalan dech mbak Nov…secara mbak Novi istri da n Ibu yang keren getuh…
*Yeee…kok cuma cepek mbak???Pelit ahhh….* Piss…mbak
alowww yaya apa khabar???
ayohhh bakar lagi api cintanya
hehehhe
>> Halo mbak…Puji TUhan baik
wish all d best for u
selalu kobarkan api cinta ya
>> Terima kasih…
tetap kangen blue nich
semangat yuk
salam hangat selalu
>> Semangattttttttt!!!!!!!!
sekedar berbagi cerita
sudah lama aku tak berkunjung ke kaplingan anda
salm dari sesama blogger
>> Selamat datang kembali…
Amin…
Semoga selalu indah dan dirahmati Tuhan ..
Terimakasih tipsnya (moga berguna nanti kalo sudah sampai giliran saya)
Dan o ya, salam kenal
>> Amin… hehehe sebenarnya itu hanya pemikiran saya kalau memang mau diaplikasikan monggo…
bisa buat referensi kalo udah berkeluarga
apa khabar yaya… mudah2an baik2 aja ma mas-nya yah… (duh… v ko ketinggalan berita gini?)
>> Halo mbak v…wah kangen neh…denger-denger habis sakit? Sudah pulih sekarang???
Amin…terima kasih mb v, semoga lancar juga dengan Aa-nya yah…
selamat malam sahabat
blue akan coba menyempatkan waktu untuk selalu ketempat mu
salam hangat selalu
gimana cabar?
>> Aaahh…terima kasih mas blue…
Cinta? apa masih ada yah didunia ini …
>> Masih dunk… Yaya yakin cinta itu masih ada didunia ini, tinggal kita bisa merasakannya atau tidak
Ibu saya selalu mengajarkan bahwa cinta itu ibarat tanaman (secara umum ya). Bila dirawat dengan baik dia akan tetap hidup, tapi bila diterlantarkan maka dia tidak akan bertahan.
Jadi bila kita sudah memiliki cinta yang “sepadan”, mari rawatlah sebaik mungkin. Tapi bila muncul benih2 cinta yang tidak “sepadan”, jangan kita coba2 rawat rasa itu.
>> Setuju mas, ciinta memang terkadang seperti tanaman yang harus kita rawat, dari kita beri pupuk, air dan menghilangkan penganggu-penganggu…kita biarkan cinta aitu bertumbuh dan berkembang sehingga menghasilkan buah yang daoat kita nikmati…
Api cinta itu memang harus selayaknya dijaga…
Supaya tidak mati dan tidak pudar
>> Betulll…bang Tuyi
,moga2 aja temennya bsa sabar yah…..
>> Aminn..
[...] couldn’t decide which to prioritize. Akhirnya setelah sedikit blogwalking, I get inspired by yaya post about love and marriage. So I decided to post this one first. It came while I was having a conversation with a relative a [...]
hey,sahabatku
semangat semangat
salam hangat selalu
pilih tempat arisan yuk
>> Semangatttttttt!!!!
Yaya manut mas Blue…yang penting kirim aja undangannya, pasti Yaya datang membawa singkong dan pisang goreng panas hehehe…
komunikasi, trus bilang i love you dear tiap saat. eh.. selamat berbahagia ya.. haduhh telat uy.. he..he..he..
>> Yup bener… tuch salah satu kuncinya. Apalagi LDR wah perlu banget tuch…hehehe…makasi Bang deni Gak papa euy…telat gak dihukum ko’
selama 8 th pacaran ternyata saya jg baru menyadari bila tyt saya belum benar2 mengenal istri saya sepenuhnya begitu pun dia, “ribut adalah hal biasa dalam rumah tangga” gitu kata mereka tapi jujur saya lebih milih berkelahi dikeroyok orang daripada berantem ama istri sendiri.
ada beberapa hal yang coba saya pake saat kita lagi ribut:
1. mencoba untuk menjadi air, karena air mampu menghanyutkan batu
2. diam dan coba untuk berpikir dari sisi dirinya karena tidak ada suami/istri yang ingin pasangannya menjadi tidak baik (kecuali di sinetron)
3. berikan jarak dan waktu sebentar bagi pribadinya
4. bila cara diatas mungkin belum cukup ampuh maka cara terakhir…
HAJAR BLEH……!! kan uda suami istri, sah dong, setiap masalah suami istri pasti selese di tempat tidur wekeke…. eits bukan porno loh tapi sentuhan lebih berarti sejuta daripada sejuta kata wekeke…
>> Cara terakhir pasti manjur ya Bli??? hahaha…aduh aduh…iya dech percaya Yaya, karena Bli kan yang sudah berpengalaman hehehe…
malam sahabat
gimana cabar?
salam hangat selalu
>> baik mas blue
amien..
biarkan TUHAN yan9 membimbin9 kalian dLm hidup berumah tan99a..