“ Mas, tanggal 1 sudah mulai pendaftaran siswa baru. Mam ini masih sakit. Coba adik dirumah ya mas?” kataku pada mas setelah membaca sebuah pesan singkat dari saudaraku.
“ Mas, misal adik pulang dulu bantu Mam boleh?”
“ Pendaftaran sampai kapan dik?”
“ Adik kurang tau, tapi ini Mam sakit dan adik gak tega kalau membayangkan Mam harus antar muter-muter.”
“ Adik mau pulang kapan?”
“ Mungkin selasa, kan pendaftaran mulai hari rabu. Boleh??”
“ Boleh…” Mas menganggukkan kepala tanda setuju.
“ Aaahh bener? Adik boleh pulang sendiri?”
“Iya naik bus, dan jangan balik sebelum Mas jemput.”
“ Uhmm…kalau semua sudah selesai dan pengumuman adik akan pulang kok. Paling Cuma 1 minggu.”
“ Gak usah nanti adik capek bolak-balik dalam waktu dekat. Mending dua minggu sekalian. Pokoknya baliknya setelah mas jemput. Gak boleh pulang kalau balik sendiri besuk.”
“Whaaaa….sayang…terima kasih ya”
“ iya…”
“ Terima kasih untuk semuanya ya sayang, perhatiannya, cintanya, kasihnya, tenaganya, pikirannya, semuanya yang sudah Mas kasih buat adik. Maaf kalau adik selama ini tidak punya apa-apa untuk adik kasih ke Mas”
“ssttt…siapa bilang adik gak pernah kasih apa-apa buat Mas???Pokoknya ingat ya adik adalah satu-satunya kebahagiaan yang mas miliki, Cuma adik” Aku merasakan kecupan hangat dikeningku.
Tak terasa mataku basah, tumpah dipipi dan menyeruak dihati sebagai rasa syukurku kepada Tuhan yang sudah menganugrahkan seseorang yang hebat untukku. Senangnya apabila pasangan kita disayang dan menyayangi keluarga kita.
“ Mas adik jatuh cinta lagi…”
“hah?? sama siapa??”
“ Sama mas hahahaha”
Yah memang aku jatuh cinta lagi, ada saja yang membuatku jatuh cinta setiap harinya.
Yang aku tau cinta itu indah. Kalau cinta itu adalah sebuah kesalahan dan mati hukumnya, pasti aku akan mati.
Dan kalau cinta itu Anggur, aku pasti sudah mabuk karenanya….
” Mas, nanti kita pulangnya agak sorean ya. Kita besuk mas Tio dulu, di rumah sakit di daerah Karang anyar.” Kataku pada mas saat aku di jemput dari kantor pada hari sabtu sambil naik ke boncengan. (Manja sedikit gak papa dong, yang biasanya PP sendiri ini diatar jemput
). Sabtu ini kami berencana ke rumah Bapak dan Ibu jadi bisa Ibadah di Gereja Mas bersama-sama.
Menikmati waktu, merajut impian yang tertata. Setiap sisa-sisa detik yang diberikan seakan membawaku ke dimensi yang lain.
” Pernah gak kamu merasa sendiri didunia ini, ditengah keramaian yang ada, tanpa teman, kasih dan cinta. Seolah semua mengacuhkan, mengucilkan dan menganggap kamu tiada “
Tau gak sich?????
“ Mas, sabtu sore keluar yuk! ” ajakku jum’at siang.
Suatu pagi ada seorang teman yang masuk ke YM, dia bilang dia sedang mengantuk berat. Pikirku dia tidak punya tugas yang harus ia selesaikan, ternyata jawabannya jauh diluar dugaanku. Semalaman dia tidak tidur, rumahnya sedang kacau. Ternyata rumah tangga orang tuanya sedang digoncang badai, selalu ada pertengkaran setiap hari. Kondisi kesehatan Ayahnya dan keadaan ekonomi penyebabnya.
Ku tak perlu kuatir terhadap apapun
